Perusahaan pembuat sepatu  bermerk ” CLARKS” gulung tikar

Perusahaan pembuat sepatu bermerk ” CLARKS” gulung tikar

Perusahaan pembuat sepatu bermerk ” CLARKS” gulung tikar

clarks shoes
clarks shoes

Jika kita pernah memiliki atau saat ini sepatu yang kita pakai bermerk “CLARKS” kini sudah tidak ada lagi dijual di gerai toko sepatu pasalnya toko sepatu tersebut per tanggal 28 februari 2018 sdah dinyatakan tutup hingga pertengahan tahun nanti, Manajemen PT Anglo Distrindo Antara memastikan akan merumahkan seluruh karyawannya, dengan telaah disepakatinya perundingan antara manajemen dan pekerja. saat ini , tersisa 8 karyawan di kantor pusat  perusahaan dansekitar 50 orang di 10 gerai sepatu Clarks.

Manajemen sendiri mengatakan bahwa akan memenuhi seluruh kewajibannya berupa uang pesangon. menurutnya pemutusan hubungan kerja (PHK) sudah dilakukan oleh manajemen sejak pertengahan tahun lalu saat effesiensi dimulai.

sayangnya manajemen sendri tidak merinci nilai pesangon yang akan diberikan kepada seluruh karyawannya, namun pastinya seluruh hak karyawan akan diberikan sesuai ketentuan yang berlaku. salah seorang gerai karyawan sendiri sudah mengetahui informasi penutupan perusahaan seperti adanya diskon di gerai sepatu Clarks dalam rangka cuci gudang dan penutupan.

seperti diketahui Clarks indonesia akan menutup seluruh operasionalnya di Indonesia, hal ini dilakukan karena penjualan sepatu anjlok hingga 50 persen dan di lain pihak biaya operasional terus meningkat. yang pada akhirnya manajemen memutuskan kontrak kerja sama ekslusif sebagai distributor dan pemegang hak merek dengan Clarks di negara Inggris asal produksi sepatu tersebut. sejalan dengan itu , manajemen memilih cuci gudang dan menutup seluruh gerainya secara bertahap.

terdapat 3 toko yang akan ditutup akhir februari, yakni di Paris van Java di Bandung, Tunjungan Plaza di Surabaya dan AEON Mall BSD City di Tangerang dan nantinya juga akan menysusl penutupannya di wilayah Kelapa Gading Mall 3, kemudian di Grand Indonesia dan Senayan City di bulan berikutnya.

Perubahan daya beli Masyarakat

Melemahnya daya beli masyarakat menjadi alasan anjloknya penjualan perusahaan. Gerai yang biasanya ramai dikunjungi konsumen kini semakin merosot tajam, bahkan, alasan peralihan sistem cara beli atau belanja masyarakat dari Offline menuju ke online pun tidak serta merta mengerek penjulana lewat situs perusahaan dan sosial media

Namun ada yang mengatakan bahwa bukan daya beli melemah, tetapi peralihan belanja masyarakat yang dari offline menuju online. kenyataannya , daya beli memang melemah. masyarakat menahan belanja mereka karena banyak tingkat kebutuhan yang lebih penting untuk menjadi fokus masyarakat atau membeli kebutuhan seperti sepatu adalah merupakan kebutuhan tertier dan bukan kebutuhan primer. maka semua perdagangan barang-barang yang merupakan kebutuhan tiertier terkena imbasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Shares
var proto = document.location.protocol, host = "whatshelp.io", url = proto + "//static." + host; var s = document.createElement('script'); s.type = 'text/javascript'; s.async = true; s.src = url + '/widget-send-button/js/init.js'; s.onload = function () { WhWidgetSendButton.init(host, proto, options); }; var x = document.getElementsByTagName('script')[0]; x.parentNode.insertBefore(s, x); })();
error: Content is protected !!