Permak Wajah Timbulkan Gangguan Mental Pada Manusia

Permak Wajah Timbulkan Gangguan Mental Pada Manusia

Permak Wajah Timbulkan Gangguan Mental Pada Manusia

duniagaringo.com-permak wajah Timbulkan gangguan Mental pada manusia, penampilan tak seharusnya menjadi ukuran untuk menilai seseorang. Namun, tak bisa dipungkiri, penampilan fisik dapat turut mendongkrak karier dan pergaulan seseorang. Karena ingin dihargai, orang pun selalu berusaha tampil cantik.

Operasi kecantikan tak lagi sekedar jalan untuk tetap kelihatan muda, tetapi juga untuk meningkatkan kualitas dan gairah hidup. Keuntungan psikologis yang didapat seseorang pada masa pasca operasi kecantikan, jika ia bisa happy dengan tubuhnya, berarti mudah-mudahan ia juga happy dengan aspek-aspek kehidupan lainnya, sehingga kualitas hidupnya pun jadi lebih baik. Dengan hidung yang bisa di rekonstruksi, ada harapan bahwa bentuk mukannya secara keseluruhan jadi lebih menarik, apapun standar yang dipakai.

Selama punya harapan,berarti dia masih punya ke hakikian kemanusian. Tetapi, sayang seribu kali sayang, tak semua harapan operasi kecantikan membawa hasil yang melegakan seperti itu. Buktinya, karena tak puas, banyak orang yang berkonsultasi untuk mengoreksi hasil operasi kecantikan sebelumnya. Orang-orang seperti ini memiliki interprestasi tak lengkap atas konsep diri dan kepribadiannya.

Parahnya, sejumlah penelitian menemukan ada gangguan psikologis pada pasien-pasien operasi kecantikan. Penelitian yang dilakukan di klinik terkenal di Amerika Serikat menunjukkan, 21 persen pasien operasi kecantikan memiliki riwayat gangguan mental, 21 persen lainnya sedang menjalani pengobatan psikiatri, sedangkan diantara para pasien non-operasi kecantikan hanya tujuh persen yang mengalami gangguan mental.

Pasien-pasien pasca-operasi kecantikan ini mengalalmi gangguan mental yang terkait dengan gangguan kepribadian dan sosial yang bisa mengarah ketindakan bunuh diri. Pada awalnya , para pasien ini ingin memiliki penampilan yang lebih baik dari sebelumnya. Jika perempuan, mereka ingin memiliki kecantikan yang sempurna. Jika pria, mereka ingin memiliki penampilan lebih keren.Karena merasa dirinya tak pantas dan merasa tertekan, mereka ini sampai mengangap harus memperbaiki penampilan fisiknya.

Celakanya , mereka tidak menyadari punya gangguan psikologis, Para pasien ini hanya merasa membutuhkan operasi untuk perbaikan bentuk hidung atau membutuhkan pengelupasan kulit yang disulap instan agar mirip bintang film mancanegara. pasien menaruh harapan terlalu tinggi, setinggi menara Eifel. Tapi, nyatanya harapan itu hanya setinggi pagar rumahnya.

Kekecewaan pun timbul dan menyebabkan konflik psikologis yang membawa gangguan psikologis dalam bentuk lain.  Bukan hal yang tidak mungkin lagi, si pasien malah melakukan operasi kecantikan berulang-ulang, bahkan sampai kecanduan, demi mencari kepuasan.

Seorang pasien seperti ini menderita apa yang disebut BDD (Body Dismorphic Disorder ), akibat mengalalmi ketidakpuasan ekstrem terhadap penampilan diri. Ia merasa selalu ada kekurangan fisik, baik yang nyata maupun yang hanya imajinasi saja, pada dirinya. Ia jadi stres hanya karena adanya kekurangan secara fisik yang sepele.

Untuk mendapatkan terapi, sebaiknya pasien seperti itu pergi ke psikolog atau psikiater, tentu bukan untuk melakukan operasi kecantikan.

Sebelum melakukan operasi, seorang pasien seharusnya menjalani konseling terlebih dahulu.Pasien dengan permintaan, motivasi dan harapan yang tidak rasional, biasanya diarahkan untuk tidak menjalani operasi, agar tidak menimbulkan masalah dikemudian hari.

Bedah plastik berurusan dengan luka yang tidak bisa dikembalikan  seperti semula dan meninggalkan bekas. Karena itu, mereka yang layak menjalani operasi semacam ini hanya orang yang sudah dewasa, yang sudah matang kepribadiannya,kuat motivasinya, tahu apa yang dia mau. Mereka sebaiknya juga mendapat dukungan dari orang-orang terdekat.

Tapi, anehnya meski dokter-dokter bedah plastik sudah menolak calon pasienyang tak layak, masih banyak tempat-tempat yang menyediakan jasa permak wajah ini yang menyediakan dokter bukan ahli dibidang bedah kosmetik ini.Di Jakarta klinik permak wajah ini banyaknya sudah seperti jamur, tinggal pilih saja.

Pengunaan bahan-bahan yang suntikan, seperti silikon cair dan kalogen untuk prosedur operasi hidung, pipi, dagu dan payudara perlu diwaspadai. penggunaan silikon cair untuk tujuan medis sudah ditinggalkan sejak tahun 1970 karena menimbulkan dampak yang kurang menyenangkan. Penggunaan implan silikon , bailk yang berbentuk zat padat maupun gel, masih diizinkan, namun harus seizin dokteryang ahli dibidangnya. pengunaan kalogen sudah banyak dihindari karena menimbulkan reaksi hipersensitivitas dan hasilnya yang kurang memuaskan.

Berdasarkan sifat dan cara kerjanya, implan kolagen hanya digunakan sebagai sarana rejuvenasi kulit ( mengatasi kerutasn akibat proses penuaan), bukan untuk tujuan argumentasi ( mempertinggi organ  tertentu, seperti memancungkan  hidung, mempertinggi pipi). Jadi, sebelum melakukan operasi, lakukan dahulu konsultasi sampai puas. Jangan memaksakan diri.

Defenisi cantik dapat berubah dari masa kemasa, karena sifatnya bergantung dari tren zaman. Cantik bukan hanya masalah tubuh bagian luar, tetapi juga cantik dibagian dalam. Malah, inilah yang lebih penting.

Hargailah ciptaan Tuhan, Jangan mengubah-ubah bentuk tubuh yang asli. terimalah apa adanya.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Shares
var proto = document.location.protocol, host = "whatshelp.io", url = proto + "//static." + host; var s = document.createElement('script'); s.type = 'text/javascript'; s.async = true; s.src = url + '/widget-send-button/js/init.js'; s.onload = function () { WhWidgetSendButton.init(host, proto, options); }; var x = document.getElementsByTagName('script')[0]; x.parentNode.insertBefore(s, x); })();
error: Content is protected !!