suasana dalam gereja

Apakah Di Dunia Ini Akan Jauh Lebih Baik Tanpa Agama ?

VARIOUS

Apakah Di Dunia Ini Akan Jauh Lebih Baik Tanpa Agama ?

suasana dalam gereja

duniagaringo.com – DI hampir semua negara memiliki agama mayoritas yang di anut oleh warganya, agama pun dilindungi oleh negara sebagai sebuah keyakinan yang sangat mempengaruhi tatanan kehidupan dan kesejahteraan sebuah negara, tapi apakah agama akan membuat seseorang atau sebuah negara menjadi lebih baik ?.

Seperti misalnya di Inggris,Hampir separuh dari warga  (khususnya orang dewasa) setuju kalau dunia akan jauh lebih baik tanpa agama. Jawaban ini disampaikan sekitar 47% warganya dan sekitar 70% lainnya setuju kalau sebagian besar perang dalam sejarah dunia terjadi karena masalah agama. Sementara 61% diantaranya berpendapat bahwa ajaran agama pada dasarnya bertujuan untuk menciptakan kedamaian. Hanya 12 orang yang mengaku tak setuju bahwa tanpa agama maka dunia akan jauh lebih baik.

Tapi empat dari lima orang dewasa Inggris berpikir kalau perang terjadi karena ekstrimisme agama. Sedang agama itu sendiri sebenarnya bertujuan baik. Jadi yang harus disalahkan adalah kekerasan atas nama agama. Data ini didapat dari sebuah acara jajak pendapat di Comres dan lembaga Think Tank Theos yang dihadiri oleh sejumlah negara dengan judul ” Killing The Name of God “

Di dalamnya menjelaskan bahwa peperangan dan pertikaian yang terjadi disebuah negara lebih banyak disebabkan oleh karena Agama yang mendasari terjadinya pertikaian yang didasarkan pada mayoritas agama setempat, seperti persoalan yang terjadi di negara Nigeria dan masalah Kelompok ISIS ( IRaq Syuriah Islamic State ) di sebagian wilayah timur tengah dengan membentuk kelompok ekstrem yang fundamental mengatasnamakan agama menjadikan mereka saling bertentangan dengan faham agama islam lainnya.

Banyak  buku-buku agama ada  kesimpangsiuran yang menyebabkan penganut agamanya menginterpretasikan arti yang salah seperti membenarkan tindakan kekerasan.meskipun ekstrimisme agama tampak jadi berita utama belakangan ini, tapi kekerasan sekuler lewat ideologi nasionalis otoriter dan ekstrim justru dianggap jauh lebih berbahaya.

Banyak orang mengaitkan agama dan kekerasan, walaupun lebih banyak lagi yang berpikir kalau ajaran agama pada dasarnya bersifat damai dan kekerasan agama berubah menjadi tindakan ekstrimis sebenarnya bukanlah ajaran dari agama itu sendiri.

Indonesia adalah salah satu negara yang juga mengalami dilematis yang sama, dimana sejumlah kelompok ekstrimis mengadu domba masyarakat dengan mengatasnamakan agama. Akibatnya, peperangan dan konflik pun tak bisa dihindari karena ada banyak orang yang begitu mudah terbakar oleh hasutan dan juga ideologi keliru akan agama yang disebarkan sekelompok orang.

Seperti dunia politik yang terjadi saat ini di negeri Indonesia, dimana agama menjadi sebuah senjata pamungkas untuk mengkaitkan segala persoalan politik sehingga kondisinya menjadi runyam. Untuk memenagkan politik kekuasan di dalam jabatan penting dan akan menghasilkan banyak uang orang akan berjuang meraihnya dengan membawa masalah agama. 

Inilah tantangan baru yang sedang dihadapi masyarakat internasional (kita). Jadi, mari kembali menyadari bahwa esensinya agama itu baik dan mengajarkan kasih bagi semua orang. Kitab Suci adalah pedoman hidup kita dan untuk bisa mencerna isinya, kita perlu meminta bantuan dari orang-orang yang benar-benar paham akan isi kitab tersebut.

Bagaimana Dengan Negara Inggris ?

Berdasarkan data dari lembaga British Social Attitudes Survey 2016 dilaporkan bahwa orang Inggris sudah tak beragama. Sejak tahun 2015 lalu, sebanyak 53 persen dari penduduk asli Inggris ini diketahui sudah tak lagi beragama.

Penyebab utama kemerosotan keyakinan di Inggris dan dinegara maju lainnya seperti di Amerika disebabkan karena kemakmuran yang terjadi di negara tersebut, sehingga persoalan yang terjadi dalam kehidupan di negara tersebut hanya berfokus pada kemakmuran sehingga mereka berpendapat bahwa dengan pemenuhan kebutuhan apa yang mereka miliki atau mereka punya  itu dapat mereka andalkan dan tidak memerlukan Tuhan dalam kehidupan mereka.

Seperti negara Islandia yang penduduknya hanya sekitar +300 ribu dimana penduduknya tidak ada berkekurangan dalam kebutuhan ekonomi mereka alias negara tersebut merupakan negara kaya sekaligus  salah satu negara teraman didunia , segala kebutuhan dapat mereka penuhi karena negara tersebut sangat kaya dan tidak ada tindak kriminal yang terjadi dinegara tersebut bukan karena ada agama yang mengajarkan kepada meraka sehingga mereka tidak berani berbuat jahat, tapi justru karena kebutuhan hidup mereka telah tercukupi secara ekonomi sehingga agama tidak menjadi bagian penting dalam hidup mereka dan warga Islandia meskipun mereka beragama kristen secara hukum tapi sebenarnya mereka adalah atheis dalam kehidupan sosialnya.

Pergeseran nilai keagamaan ini dinilai terjadi karena terjadinya peningkatan sikap liberal terhadap banyak masalah sosial dan moral, terutama mengenai topik terkait gender. dan juga karena salah dalam pemahaman tujuan orang beragama itu untuk apa ?

Fahamilah agama yang kita yakini dengan benar dan lakukannya dalam segala aspek kehidupan yang sudah kita terima dan pelajari bahwa agama itu hadir dalam kehidupan kita bertujuan untuk saling bersosialisasi dengan orang lain dengan tidak memandang seseorang dari apa agamanya dan latarbelakangnya.

 

 

baca juga : – Jual Filter Air dan Kolam Terpal Ikan di Cileungsi

                   – Kursus digital marketing SB1M kurikulum yang terbaik di jakarta

                   – Negara Pengguna Internet Terbanyak di Asia Pasifik 2018

 

@ringo

Leave a Reply