Pencarian Kapal KM Sinar Bangun Sudah Dihentikan BASARNAS

Pencarian Kapal KM Sinar Bangun Sudah Dihentikan BASARNAS

Pencarian Kapal KM Sinar Bangun Sudah Dihentikan BASARNAS

km sinar bangun

duniagaringo.com – Setelah tenggelamnya kapal KM Sinar Bangun yang akibat kelebihan jumlah penumpang kini sudah ditemukan pada kedalaman 450 meter namun karena kerterbatasan alat yang digunakan oleh tim Basarnas maka proses pengangkatan kapal tersebut tidak dapat dilanjutkan.

Mengingat kedalaman danau toba mencapai 450 meter sangat sulit dilakukan apalagi pada kedalaman tersebut sangat gelap. Penghentian pencarian di awali dengan perundingan antara pihak pemerinta dan keluarga korban pada hari ke-13 pencarian atau Sabtu (30/6) lalu.

Pada hari ke-14, dimana kondisi semuanya sudah mengetahui oleh pihak keluarga korban, dan di harap bisa memaknai terlebih dahulu dengan kondisi yang ada saat ini, apakah semua pihak  akan berlarut-larut dengan mencari alat keluar negeri.Dari data resmi Basarnas, masih ada 164 korban yang dinyatakan hilang sejak 18 Juni lalu.

jasad korban di kedalaman juga akan memakan  waktu lama untuk membusuk, karena temperatur di dasar Danau Toba sangat dingin.

Alat Remotely Operated Underwater Vehicle (ROV) sudah di terjunkan dan berhasil memotret kondisi KM Sinar Bangun yang karam. Namun tim SAR sendiri menyatakan untuk evacuasi para korban pada kedalaman 450 meter bukanlah pekerjaan yang mudah.

Tim SAR juga telah berusaha maksimal dan diharapkan semua pihak berserah diri saja kepada Tuhan Yang Maha Esa. Rundingan dengan pihak keluarga korban dilakukan yang pada akhirnya pihak keluarga korban mengikhlaskan ini, karena jika diangkat jenazahnya bisa saja hanya mendapatkan tangannya atau dapat kepalanya saja, apakah pihak kelarga mau ?, biarlah tenang jasadnya di kedalaman 450 meter, kalaupun diangkat pasti dikubur juga.

Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan beberapa waktu lalu sempat menemui keluarga korban KM Sinar Bangun, yang tenggelam di Danau Toba. Luhut menjelaskan alasan kapal dan jenazah yang tenggelam tidak mungkin diangkat.

“Kemarin memang saya merasa harus berangkat ke Danau Toba untuk bertemu langsung keluarga korban KM Sinar Bangun. Saya hanya ingin untuk ada bersama mereka di masa-masa sulit atas kejadian yang menimpa kapal KM Sinar Bangun  . Karena saya tahu apa itu rasanya kehilangan,” kata Luhut.

Semoga tidak ada lagi kejadian yang serupa kedepannya karena peristiwa tenggelamnya kapal KM Sinar Bangun di akibatkan oleh kelalaian manusia, kapasitas penumpang hanya sekitar 50 orang namun karena pemilik kapal ingin meraup untung yang banyak namun tidak memikirkan resiko apa yang terjadi akhirnya nyawa manusia jadi taruhannya, semoga arwah para korban penumpang bisa diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa.

 

@ringo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Shares
var proto = document.location.protocol, host = "whatshelp.io", url = proto + "//static." + host; var s = document.createElement('script'); s.type = 'text/javascript'; s.async = true; s.src = url + '/widget-send-button/js/init.js'; s.onload = function () { WhWidgetSendButton.init(host, proto, options); }; var x = document.getElementsByTagName('script')[0]; x.parentNode.insertBefore(s, x); })();
error: Content is protected !!